Infeksi Wabah Mutan Parasit (2)

 

INFEKSI WABAH MUTAN PARASIT (2)
(PEMBELOT)

 JURNALISTIK|SUNNAH:

    Di cerita sebelumnya,Kapten Jefrin pergi ke luar kota untuk mencari teman temannya akan tetapi selama Jefrin pergi dari kota ada pembelot yang menyebarkan virus mutan lagi.
  Kapten Jefrin pun memulai perjalananya pergi dari kota,dia pergi dari kota selama kurang lebih satu tahun untuk mencari teman temannya yang telah menghilang usai bencana infeksi wabah mutan parasit.Dan Jefrin pergi dengan mengunakan sepeda motor,diperjalanan dia masih memantau Doctor.Luis dari jauh dengan menggunakan handphone.Dia pergi ke tempat didaerah pabrik bekas pembuatan peluru yang di situ tidak terlalu jauh dari desa yang
lumayan terpencil.Dan menurut dugaan ku pasti ada orang tiga atau sepuluh bahkan lebih,kemudian aku terus melaju menuju desa tersebut dan motor ku,ku parkirkan di dekat pintu gerbang desa yang bertuliskan 'SELAMAT DATANG BAGI PECUNDANG'.Kemudian aku masuk tanpa mengubris tuliasan itu.Aku terus msuk kedalam desa dan tidak sesuai dugaan ku,yang ku bayangkan ternyata tidak ada tanda tanda kehidupan di situ sunyi senyap tanpa ada pergerakan dan aku berjaga jaga bila mana ada hewan yang tidak ku suka maka langsung ku tembak mati.Tiba tiba,ada 
 bayangan yang melintas cepat di depan ku.Aku bergerak dan memakai mode waspada kode merah,dan.... ada orang menyentuh ku dari belakang dan hampir ku tembak dengan shotgun laras panjang,ternyata penduduk desa yang membuat ku kaget terperanjat.Lalu,aku menjabat tanganya dan bertanya tentang kejadian yang ada di sini:
  "Paman apa yang terjadi disini, kok pabrik disana hancur setengah...?"Tanya ku kepada si paman.
  "Begini wahai anak muda kejadiannya,dulu memang pabrik itu membuat peluru akan tetapi ada orang yang keji melakukan perbuatan yang melanggar hak asasi manusia"Ucap si paman.
  "Perbutan apa paman...?"
  "Membunuh orang yang tak bersalah,sebab kejadian itu pabriknya di tutup dan orang yang punya perusahaan pabrik itu frustasi dan meninggalkan desa dan tidak tau kemana"
  "Jadi,orang yang punya pabrik itu tinggal disini paman...?"
  "Iya"
  "Ngomong ngomong paman pernah lihat beberapa tentara yang masuk ke desa sini ndak...?"Tanya ku.
  "Sebentar ku ingat terlebih dahulu... oh nya ada di sebelah rumah tua disitu ada ruang bawah tanah"Jawab paman.
  "Oooo...terima kasih paman"Ucapku
  "Sama sama"
  "Dan dimana rumah orang yang mempunyai pabrik itu...?
  "Di sebelah rumah yang tadi saya tunjukkan"
   "Makasih paman"
  "Sama sama"
     
    Kemudian,tanpa basa basi aku langsung menuju ke lokasi tersebut meninggalkan paman dan perjalanan luamayan memakan waktu yang lumayan sekitar satu jam bahkan lebih karn aku berjalan lumayan santai dan akhirnya aku sampai ke lokasi.Lalu ,aku ke tempatnya dan masuk ke dalam ruang bawah tanah sebelah rumah yang diucapkan paman tadi yang di tutupi dedaunan dan aku masuk makin dalam dan mendengar suara orang tertawa terbahak bahak keras dan ramai.Aku mendekati suara itu makin dekat makin dekat, dan..... tanpa ku sadari ada orang yang mengkagetkanku sekali,eh.. ternyata temanku yang bernama 'Prefer' kemudian aku dibawa oleh dia bertemu dengan teman temanku yang lain.Lalu,aku menyapa mereka semua dan berjabat tangan satu persatu.Kemudian,aku bertanya :
 "Kalian semua kemana saja saat tragedi mengerikan itu...?"Tanyaku heran.
 "Maaf kapten, kami sangat bimbang jadi kami semua keluar dari laboratorium dan cuma beberapa yang bertahan"Jelas prajurit yang lain.
 "Tidak apa apa parjurit dan ayo kembali ke kota!!"Tegas ku.
 "Baik,kapten!!"
 "Absen semua"
 "Lapor !, semua total prajurit yang ada berjumlah 359 orang"Ucap Prefer.
 "Baiklah,semua ayo kita berangkat...!!!"Tegas ku.
 Kemudian,seluruh parjurit pergi keluar dan Prefer ku jadikan tangan kanan ku aku dan Prefer memimpin di depan,semua keluar dari ruang bawah tanah dan tidak lupa semua persediaan kami bawah semua baik,alat medis,makanan,amunisi peluru,dan seluruh kendaraan.Dan setelah kami keluar dan hendak pergi aku teringat pesan paman tadi rumah si pemilik pabrik peluru.Lalu,aku juga beberapa anak buah tentara ku pergi ke tempat rumah orang itu di sebelah rumah rusak.Dan setelah beberapa jangka kami sampai didepan ruamah orang itu kami pun masuk kedalam dan mengeledah beberapa dokumen penting yang dimana berisikan banyak tentang bagaimana cara membuat peluru lebih mematikan dari pada sebelumnya dan aku terpana pada buku yang tertulis'MY DIARY' kemudian,ku buka juga kubersikan beberapa debu yang menempel pada buku itu di atas meja.Dan disitu tertulis biodata tentang pemilik pabrik bekas peluru itu dan masalah yang terjadi secara detail mengenai pabrik itu dan tertulis seperti ini;
  'Aku seorang pemilik pabrik pembuatan peluru nama ku L**s,dan aku tinggal tidak terlalu jauh dari pabrik aku berada di desa selamat datang bagi pecundang' 
"Sebenar siapa pemilik pabrik bekas peluru ini? berinisial l dan s,juga tinggalnya di desa ini"Aku bertanya di dalam benak ku.Lalu,ku teruskan bacaanku.
'Aku berumur 31 tahun dan istriku meninggal saat berada di pabrik kemudian aku entah tak tau kemana dan aku pun bekerja di laboratorium selama satu tahun dan setelah kejadian di pabrik.Pabrik jadi tutup dan terbengkalai dan ini foto keluarga ku.
 
"Hah,ini bukan kah ini Luis!!"Ucap ku dengan kagetnya.Dan aku bisa menyimpulkan bahwa pemilik pabrik itu adalah Luis.Namun,siapa yang terbunuh di pabriknya itu apakah istrinya ? Dan siapa pembunuhnya apakah anaknya? dan aku bawah buku diary nya.Kemudian,aku keluar dari rumah dan bersama teman teman ku menuju keluar.Sebelum aku kembali ke kota,aku dan teman teman ku pergi ke daerah yang lebih jauh.Aku mendapatkan informasi dari Prefer masih ada beberapa teman teman tentara yang lain berada di kota yang bernama 'KOTA TANPA NAMA'.Kemudian,aku dan tentara yang lain pergi ke tempat itu dengan cepat menggunakan sepeda motor menuju tempat nya.Dan menuju kesana memakan waktu sekitar dua sampai tiga jam,setelah memakan waktu yang lama kami pun sampai di kota,kami meneruskan perjalanan, kami sampai di dalam kota.Kami terus menyusuri jalan kota,akan tetapi  ada beberapa tentara ku tertembak saat aku berada di depan tanpa ku sadari mereka terpental dari motor.Beberapa tembakan keras terdengar di mana mana tapi aku sangat jeli aku menghadap ke atas ternyata ada beberapa sniper di atas gedung.Aku pun banting setir dan mengatakan:
 "Awas !!! ada sniper berlindung semuanya !!!"Teriak ku dengan keras.Semua prajurit yang tersisa  pun bersembunyi dan seluruh tentaraku mengambil posisi menyerang dan tembakan serdadu ke atas gedung membunuh sniper sniper yang tak ada alasan sama sekali.Semua mengeluarkan tenaganya membunuh seluru sniper,dan beberapa tentara menuju ke atas gedung untuk mengepung mereka supaya tidak berkutik sama sekali.Aku dan beberapa prajurit masuk kedalam gedung yang sangat tinggi,aku bergerak cepat dan berhati hati kalau ada yang membokongi dari belakang.Aku terus pergi ke atas,namun beberapa musuh menyerang dengan liar akan tetapi.Aku bisa mengkondisionalkan mereka semua tapi beberapa tentara menjadi korban sisa lima orang,aku dan Prefer juga tiga tentara yang lain dan tinggal satu tangga lagi.Aku juga tentara yang lain sudah di sambut oleh pria bertopeng misterius.Lalu,aku berkata :                
      "Hei !! siapa kau !!"Tegasku.Menodongkan senjata ke dia.
      "Wo wo... santai bro aku mau kau turunkan senjatamu dan kalian"Jawab pria tersebut dengan santainya.
      "Bukalah,topeng mu !!!"
      "Baiklah,ku buka topengku"Ucapnya,membuka topengnya."Aku adalah Tricky seorang kartel yang akan menghabisi anak buah mu"Tegas Tricky.
       "Dasar biadab dan apa ada yang kau sandra Tricky ?"Tanya ku.
       "Sandra ? apakah kau tanya tentang sandra ?"Ucap Tricky sambil terkekeh.
       "Iya,sandra!!"Tegas Jefrin sambil menodong senjatanya ke Tricky.
       "Wo wo... Apakah kau mengajak aku dan kami untuk berduel ?"Ucap Tricky dengan remeh.
      Tanpa,banyak bicara Jefrin langsung menembakkan ancaman ke tembok dan langsung di balas oleh Tricky akan tetapi dia menembak ke tentara ku dan terjadilah baku tembak yang sangat bergemuruh.Akan tetapi kami lebih unggul dari mereka walaupun kami sisa empat dan mereka kalah pesat juga pemimpin mereka kabur dari tempat.Kami pun mengejar Tricky sampai menuju ruang bawah tanah dan dia pun terpojok dan dia berkata:
  "Hah! laki laki yang sangat berani"Ejek Tricky.
  "Emangnya kenapa ?"Tanyaku.
  "Lihatlah !! di sekeliling kalian dan di atas kalian !!"Seru Tricky.
      Kemudian,kami semua menoleh ke atas dan sudah beberapa anak buahnya Tricky menodongkan senjata kepada kami berempat.Dalam hatiku:"Cih!! menjengkelkan" Kami pun mengangkat tangan.Namun,mereka tidak mengetahui rencana kami yang kami buat dan sebelum aku dan empat tentara ku menyerahkan diri,aku berbilang:
"Apakah  kau yakin akan membunuh kami ? jangan senang dulu kawan"Dengan santainya.
"Kenapa kau bilang begitu ?"Tanya Tricky.
    Tiba tiba,dari belakang flash bang di lempar dan langsung meledak di depan kami dan suara tembakan terdengar dan membunuh setengah kartel dan mereka membalas tembakan.Untung saja kami sudah bersembunyi sebelum setengahnya kartel yang lain menembak kami.Inilah rencana kami sebelum masuk ke gedung,aku menghubungi beberapa tentara lain untuk masuk ke gedung dan itulah yang ku rencanakan dan selang beberapa menit baku tembak mulai reda.Dan Tricky sudah batuk berdarah berada di pojok suatu tangga dan aku menghampirinya dan berkata:
  "Apakah ada kata kata terakhir kawan ?"
  "Huk huk kata kata terakhir ?"Ucap Tricky dengan batuk parah.
  "Cepat katakan !!"Tegas ku sambil menodongkan senjata pistol
  "Ha ha ha " Tawa ringan Tricky seperti tidak ada rasa bersalah."Buang buang waktu saja kau,aku tahu dimana sandra yang kau sembunyikan berada di bawah ruang tanah kan!"Seruku."Iya,kau sudah me-nge -tahui-nya"Ucapnya terbata bata.
 Tanpa basa basi ku lagi,lepas kan pelatuk seketika tepat mengenai kepalanya dan tewas.Lalu,aku juga tentara yang lain langsung masuk ke ruang bawah dan menyusuri makin dalam sekian lama menyusuri ruang bawah tanah,kami mendengar teriakan lumayan keras dari dalam sel penjara kami pun menghampiri dan membuka sel tersebut.Dan ada seorang pria keluar dari kegelapan menuju kami.Dan dia berjabat tangan dengan kami semua,juga dia memperkenalkan namanya bernama'Leo'.Kami pun membawa dia pergi dari kota ini menuju kota ku,kami bergegas pergi dengan kecepatan penuh dengan mengunakan sepeda motor dan kesana memakan kurang lebih tiga jam.Dan kami pun sampai di kota dengan keadaan yang kacau parah,karena kami melihat beberapa mutan berkeliaran.Kami melintas di depan mereka dan kami tidak mengubris mutan tersebut,karena tujuan kami menuju ke laboratorium Luis,akan tetapi ada beberapa mutan yang menghalangi pintu menuju kedalam,kami pun membasmi mereka.Kami pun bergegas cepat menuju kedalam ruang laboratorium,di situ banyak orang di jadikan bahan percobaan dalam kapsul.Yang dimana setengah badan orang tersebut sudah jadi mutan dan kami mencari Luis dengan bergegas dan kami menemukan seorang duduk di kursi dengan tawa berat dan kami bertanya tanya apakah itu Luis ? kemudian kursi tersebut dan lampu sorot menyala dan kami terperanjat kaget setengah mati dan dia menyambut kami dengan senyum yang sinis dia berkata:
"Ha ha ... kalian sudah datang apakah kalian ingin menyaksikan ke kuasaan ku yang sebenarnya"Katanya tanpa rasa bersalah.
"Apa yang kau katakan Luis"Ucapku.
"Lihatlah aku yang terpilih bagi mereka!!"Tegas Luis.
"Yang terpilih?"Tanyaku.
"Ya,wabah mutan parasit ini menjadikan ku sebagai pemimpin mereka"Jawab Luis enteng.
"Tunggu dulu,Nama Luis sepertinya tidak asing di telinga ku ? Apakah itu ayah ku ? Tidak tidak aku yakin dia sudah tiada"Pikir Leo dengan bimbang.
  Kemudian,Leo menyelah pembicaran yang sangat mendidih antara aku dan Luis.
"Permisi tuan apakah kau ayah ku ?"Tanya Leo dengan polos.
"Ayah !? Kau ! Siapa kau !"Ucap Luis dengan menghampiri Leo.
"Aku Leo"
  Arus Listrik ingatan statis lewat di kepala Luis.
"Dan aku merupakan... Aaaaaa!!!"
 Sebelum,Leo selesai berbicara.Luis mencengkram tubuh Leo dengan menggunakan tentakel yang ada di tubuhnya.
"Kau ! kau ! dasar pembunuh kerdil !"Ucap Luis dengan sangat mendidih.
"Maafkan,aku.Aku tidak sengaja melakukan  itu ayah"Minta maaf Leo memohon.
"Luis ! apakah ini itu anak mu"Tegas ku.
"Iya,dia telah membunuh ibunya sendiri!"Ucap Luis semakin mendidih.
"Tunggu kau apakah pemilik pabrik pembuatan peluru itu ?"Tanyaku.
"Ya,juga di situ pula dia yang  membunuh ibunya dan dari mana kau tahu itu ?"Ucap Luis.
"Kau tak perlu tau,lepaskan Leo !!"
"Tidak akan,karna aku punya dendam yang belum terbalaskan jika kau mau mari kalah kan aku dulu"Ucap Luis dengan menantang.
"Baiklah,ayo kita lakukan"Ucap ku.
  Sebelum,kami menyerang dia mengeluarkan anak buah mutannya dan dia berkata:
"Sampai jumpa di ruang bawah tanah" Lantai dasar terbuka dan dia masuk kedalam.
"Dasar licik"Ucap ku geram.
    Kami,membantai anak buah Luis dan menyusul dia masuk ke ruang bawah tanah.                                                                            
    (BERSAMBUNG....)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil SMP Unggulan An-Nur Hidayatullah Talok Malang: Harmoni Pendidikan Formal dan Pesantren

Ekskul Jurnalistik SMP Annur Hidayatullah Turen Hasilkan Karya Kreatif