Ratusan tahun lamanya

 Ratusan tahun lamanya
Para penjajah berdatangan
Portugis, Spanyol, Prancis, Inggris, Jepang, Belanda
Datang tak diundang
Merampas paksa kedamaian bangsa
Duhai hati iba melihatnya


Ratusan tahun lamanya
Jajahan kejam terus mengekang
Penyiksaan pembunuhan membabi buta
Jerit tangis berseru dimana-mana
Duhai hati ini merasakannya


Ratusan tahun lamanya
Pemuda pemudi Golongan tua, muda, santri, kiai, bahkan perwira
Bersatu, hanya bermodalkan senjata sederhana
Bambu runcing, remeh namun mematikan


Tekat membara tertanam kuat
Rasa yakin tercium pekat
Do'a-do'a senantiasa dilafalkan
Bersama, melawan dengan gagahnya
Secercah harapan mulai terlihat


Begitu banyak peristiwa
Begitu banyak sejarah
perobekan bendera, pembakaran kota, pertumpahan darah
Tak ada dalam buku-buku terkenal
Tak ada dalam kisah Mahabharata
Hanya dalam sejarah Indonesia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil SMP Unggulan An-Nur Hidayatullah Talok Malang: Harmoni Pendidikan Formal dan Pesantren

Ekskul Jurnalistik SMP Annur Hidayatullah Turen Hasilkan Karya Kreatif